brat ipoh :D

Latest News

Mogok Dokter Spesialis Berlanjut

BLANGPIDIE - Mogok kerja yang dilakukan semua dokter spesialis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Teungku Pekan, Aceh Barat Daya (Abdya) hingga Kamis (3/10) masih berlanjut. Pihak rumah sakit terus mengajak para dokter ahli untuk kembali bekerja seperti semula

Pantauan Serambi, pasien yang hendak berobat ke RSUD Abdya terutama rawat jalan di ruangan poli mulai terlihat sepi. Bahkan sejumlah pasien yang terlanjur mendaftar untuk berobat ke dokter spesislis di ruang poli terpaksa pulang, setelah menerima informasi dari petugas yang mengatakan semua dokter spesialis tidak masuk.

Salah seorang customer servis (penerima tamu) di bagian poli mengakui bahwa semua dokter spesialis yang melakukan pelayanan di poli tidak masuk. Bahkan petugas tersebut, juga mengaku tidak tahu kapan para dokter ahli tersebut kembali bertugas melayani pasien di poli. ”Semua dokter spesialis tidak masuk. Saya tidak tahu kapan para dokter tersebut kembali melakukan pelayanan di poli,” katanya.

Kepala Tata Usaha (TU) RSUD Teungku Peukan, Riat yang ditanyai Serambi, membenarkan para dokter spesialis masih mogok. Kendati demikian Riat mengaku pelayanan kesehatan di rumah sakit tetap berjalan seperti biasa, karena para dokter itu tetap menangani pasien rawat inap, emergenci  dan operasi.

“Para dokter spesialis itu tetap melakukan akfitasnya pemeriksaan fisik, menangani pasien emergency, dan melakukan operasi. Jadi tidak semua pelayanan kesehaan macet. Pelayanan yang mengalam kemacetan akibat aksi mogok para dokter ahli itu hanya dibagian poli saja. Dan itu pun tidak semua, karena dokter spesialis mata dan spesialis kulit/kelamin masih tetap melakukan pelayanan di poli,” katanya.

Terhadap aksi mogok yang masih berlangsung, Riat mengakui tidak bisa mengambil tindakan, karena semua itu adalah kebijakan pimpinan. Begitupun pihaknya akan terus mengimbau dan mengajak para dokter dimaksud untuk kembali bekerja melakukan pelayanan di bagian poli, sehingga tidak mengecewakan masyarakat. “Bahan habis pakai (BHP) sudah dipesan. Bahkan sebagiannya sudah masuk,” kataya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 10 orang dokter spesialis yang bekerja di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Teungku Peukan, Abdya, melakukan mogok kerja, sejak Selasa (1/10). Akibatnya pelayanan kesehatan di rumah sakit milik pemerintah itu mejadi terganggu.

Menurut informasi yang diterima Serambi, Rabu (2/10), aksi mogok yang dilancarkan para dokter spesialis di RSUD Abdya itu selain disebabkan alat kesehatan yang tidak memadai dan persediaan bahan-bahan laboratorium yang sudah habis, juga dipicu akibat belum dibayarnya uang jasa para medis. Seorang dokter ahli yang enggan disebut identitanya mengaku mogok kerja juga disebabkan alat rontgen rusak, alat pemeriksaan THT dan dan stok bahan habis pakai (BHP) habis.(az)tribunnews
no image
  • Open ID Comments
  • Facebook Comments
Top