brat ipoh :D

Latest News

Mengenal Tindihan( beno), Penyebab Badan Kaku dan Susah Bangun dari Mimpi Baca selengkapnya di artikel "Mengenal Tindihan, Penyebab Badan Kaku dan Susah Bangun dari Mimpi".



Kabereh.com Kita barangkali mengalami pengalaman tidur yang tiba-tiba terbangun, lalu rasa dalam pikiran seolah sudah sadar, tapi bagian tubuh lain tak bisa digerakkan. Napas tak bisa diatur karena benda berat yang menindih. Halusinasi aneh-aneh juga muncul seperti sosok yang menyeramkan menghinggapi pandangan mata. Setelah perjuangan keras untuk bangkit berkali-kali, akhirnya raga pun terjaga. Inilah fenomena yang dikenal dengan sebutan sleep paralysis alias kelumpuhan tidur, atau yang sering kita istilahkan sebagai ketindihan atau tindihan. 

Tindihan, menurut para ilmuwan, merupakan salah satu masalah biologis tubuh kita juga. Ilmuwan yang meneliti tidur menyimpulkan, dalam kebanyakan kasus, ketindihan hanyalah tanda bahwa tubuh tidak bergerak dengan luwes dalam tahapan tidur Anda. 

Tetapi fenomena ini jarang terkait dengan masalah kejiwaan. Sleep Paralysis adalah perasaan sadar dari tidur dengan tubuh yang tidak bisa bergerak. Selama transisi ini, kita tidak dapat bergerak atau berbicara selama beberapa detik bahkan beberapa menit. Beberapa orang mungkin juga merasakan tekanan atau rasa tersedak. Ketindihan ini dapat menyertai gangguan tidur lainnya seperti narkolepsi. 
Narkolepsi adalah kebutuhan tidur yang sangat kuat yang disebabkan oleh masalah kemampuan otak dalam mengatur tidur. Dilansir dari WebMD Ketindihan atau kelumpuhan tidur biasanya terjadi satu kali dalam dua bagian pada proses tidur kita. 

Pertama biasanya terjadi pada proses kita tertidur, ini disebut dengan ketindihan hipnagogik atau predormital. Kedua, ketika kita bangun, ini disebut ketindihan hipnopompik atau postdormital. Ketindihan Hipnagogik terjadi saat tubuh kita mulai perlahan-lahan rileks dan sudah mulai tidak sadar. Saat kita seolah merasa sadar saat tertidur, yang membuat tubuh tidak bergerak lalu kita bisa merasakan kita tidak bisa berbicara, di situlah kita mengalami ketindihan Hipnagogik. 

Selama tidur, tubuh kita akan berganti-ganti mengalami dua jenis tidur, yaitu tidur REM (gerakan mata cepat) dan NREM (gerakan mata tidak cepat). Satu siklus tidur REM dan NREM berlangsung sekitar 90 menit. Tidur NREM terjadi pertama kali dan memakan waktu hingga 75 persen dari keseluruhan waktu tidur kita. “Selama tidur NREM, tubuh Anda rileks dan memulihkan diri. Di akhir NREM, tidur Anda berubah menjadi REM. Mata Anda bergerak dengan cepat dan mimpi terjadi, tetapi bagian tubuh Anda lainnya tetap sangat rileks. Otot Anda "dimatikan" selama tidur REM. 

Jika Anda mengetahui sebelum siklus REM selesai, Anda mungkin merasakan tubuh tidak dapat bergerak atau berbicara,” jelas Sabrina Welson. Penyebab tindihan Scientific American menulis, ketindihan terjadi pada semua orang termasuk pada orang sehat. Survei dari berbagai negara menunjukkan 20 hingga 60 persen dari populasi orang dewasa normal telah mengalami ketindihan setidaknya sekali. Sekitar 5 persen dari populasi telah mengalami satu atau lebih gejala terkait dengan gangguan tersebut

. Efek yang paling umum termasuk halusinasi visual, seperti bayangan dan cahaya atau sosok manusia atau binatang di ruangan itu, dan halusinasi pendengaran, seperti mendengar suara atau langkah kaki. Gangguan ini juga terjadi pada segala usia. Tetapi kondisi yang pertama mungkin terjadi saat kiat remaja. Ada beberapa faktor yang bisa memicu gangguan ini muncul, yaitu kurang tidur, jadwal tidur yang berubah-ubah, kondisi mental seperti stres atau gangguan bipolar, tidur telentang dan penggunaan obat-obatan tertentu seperti untuk ADHD. “Gejalanya bisa berupa saat kita mulai sering cemas, merasa lelah di siang hari, atau terjaga di malam hari,” jelas Welson. 


Menghindari Ketindihan Kebanyakan orang tidak memerlukan perawatan untuk gangguan ini. Mengobati kondisi ini bisa kita lakukan dengan memperbaiki kebiasaan tidur seperti memastikan kita tidur enam hingga delapan jam setiap malam. “Tidak perlu takut setan di malam hari atau penculik yang mirip alien. 

Jika Anda mengalami ketindihan sesekali, Anda dapat mengambil langkah-langkah di rumah untuk mengendalikan gangguan ini. Mulailah dengan memastikan Anda cukup tidur. Lakukan apa yang Anda bisa untuk menghilangkan stres dalam hidup Anda terutama sesaat sebelum tidur. Coba posisi tidur baru jika Anda tidur telentang. Dan pastikan untuk mengunjungi dokter Anda jika ketindihan terus menerus,” tutur Welso

Sumber : tirto

Mengenal Tindihan( beno), Penyebab Badan Kaku dan Susah Bangun dari Mimpi  Baca selengkapnya di artikel "Mengenal Tindihan, Penyebab Badan Kaku dan Susah Bangun dari Mimpi".
  • Title : Mengenal Tindihan( beno), Penyebab Badan Kaku dan Susah Bangun dari Mimpi Baca selengkapnya di artikel "Mengenal Tindihan, Penyebab Badan Kaku dan Susah Bangun dari Mimpi".
  • Date : 4/08/2020 07:29:00 pm
  • Labels :
  • Open ID Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

komentar anda...

Top